SENI MEMA’AFKAN : Sulit rasanya Mema’afkan kesalahan orang lain,Tapi kita harus bisa melakukanya.

Kadang kita sulit sekali untuk Mema’afkan orang yang telah menyakiti Hati kita,.seperti paku yang dipukul palu pada kayu,setelah paku itu di cabut,maka bekas paku tersebut masih ada pada kayu tersebut,dan tidak hilang masih berbekas.Begitu juga hati kita masih terasa sakitnya,tidak mudah hilang seperti paku pada kayu.

Kalau perasaan sakit hati kita dibiarkan terus, maka kita akan memelihara penyakit hati yang bisa merugikan diri kita sendiri.

“  kalau sesendok gula dimasukan kedalam gelas maka rasanya akan Manis ”

“  Kalau sesendok Garam dimasukan kedalam gelas maka rasanya akan Asin.”

Tapi kalau saja sesendok garam dan sesendok gula dimasukan kedalam air danau                            yang luas,Maka asinya garam dan manisnya gula tidak terasa.

Begitu juga Hati kita ,kalau kita ibaratkan hati kita sebuah gelas maka sakit hati masih terasa,kalau hati kita  bisa seluas air danau maka sakit hati itu tidak akan terasa.

Untuk itu kita harus belajar bagaimana Hati kita supaya bisa seluas Danau,memang sulit rasanya ,tapi kalau kita mau belajar tidak ada yang tidak bisa, yang ada adalah orang yang tidak mau bisa.

Kang Dhimas