SENI PRASANGKA : Janganlah berprasangka buruk kepada orang lain,Karena kita mempunya Cerita masing masing.

Sering kali kita menduga duga bahwa orang yang menangis pasti dia Sedih ,Padahal belum tentu Barangkali Dia menanggis karena  terharu dan Bahagia.

Dan sebaliknya menduga duga orang yang tertawa itu pasti senang dan bahagia,Padahal Dia sedang mentertawakn dirinya karena kebodohanya sehingga dia mendapatkan musibah.

Jadi menanggis dan tertawa bukanlah seperti yang kita duga,boleh jadi sebaliknya,Boleh jadi apa yang kamu sangka baik belum tentu baik bagimu.Boleh jadi apa yang kamu sangka buruk belum tentu buruk bagimu

Didalam sebuah kereta ada dua anak kecil kakak beradik bermain lari kesana kemari ,menabrak penumpang lain, dan sangat berisk sekali dia bermain tidak menghiraukan orang di sekitarnya.Dua kakak beradik tersebut sangat menganngu sekali.

Sepertinya orang tuanya tidak tahu diri masa anaknya seperti itu di diamkan saja, tidak di larang mereka semua melirik kepada orang yang bersama anak tersebut,akhirnya salah satu penumpang menegur  orang itu. Maaf pak..! Bukanya bapak orang tua anak itu…Oh..bukan jawab orang itu tapi  bapak tadi bersama anak itu,kenapa di biarkan mereka nakal pak,,! mereka mengganggu kami semua,Iya Saya memang bersama anak itu saya adalah Pamanya Saya tidak tega untuk menegur anak itu.kenapa pak…! tanya penumpang tersebut, Karena baru saja Saya melihat anak itu Ceria bisa bermain seperti itu.,sebelumnya mereka menangis dan termenung.karena baru saja kedua orang tuanya meninggal dalam kecelakaan.

Setelah mendengar cerita yang sebenarnya, Maka para penumpang berubah yang tadinya mereka benci melihat anak itu ,sekarang berubah jadi sayang,ada yang mangku anak itu ada yang memberi makanan semua jadi simpati dan sayang karaena merasa kasihan dengan anak itu.

Demikianlah janganlah kita menduga duga hal yang buruk kepada orang lain yang belum tentu benar adanya,berbaik sangkalh kita kepada orang lain,karena kalau kita berburuk sangka kepada orang lain akan merugikan kita, seandainya tidak benar sangkaan kita.

Kang Dhimas